Inilah Squad baru jajaran Dewan Direksi PT. PAL Indonesia (Persero)

• Muhammad Firmansyah Arifin, Direktur Utama
• Eko Prasetyanto, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha
• Saiful Anwar, Direktur Desain dan Teknologi
• Edy Widarto, Drektur Produksi
• Imam Sulistiyanto, Direktur Keuangan
• Etty Soewardani, Direktur Sumber Daya Manusia & Umum
Selamat Bekerja, semoga tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang lalu-lalu dan tidak belajar dari kesalahan itu… Kami bersama Anda…
jujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.
Semua orang memiliki kekuatannya masing-masing, tapi apakah semua orang menyadarinya? Tidak.
Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.
Dikisahkan, seorang anak yang bernama Lintang. Adat kebiasaan ibunya di hari ulang tahun Lintang, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati Lintang, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Lintang kesal, marah, dan jengkel.
Alkisah pada suatu ketika Baginda sultan Harun Alrosyid memerintahkan seluruh rakyatnya untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh sang sultan untuk memperingati hari ulang tahun kerajaan di alon alon kerajaan , yang mana hal ini sudah berlangsung bertahun tahun dan biasanya diakhiri dengan pidato “kesultanan” (setara dengan istilah pidato kenegaraan jaman sekarang) oleh sultan sendiri.
Senandung syair yang menyentuh hati itu mengalun begitu merdu. Sembari menunggu datangnya shalat Maghrib dan Subuh, para jamaah shalat kerap melantunkan syair itu dengan syahdu di mushala dan masjid. Meski syair itu telah berumur hampir 11 abad, namun tampaknya tetap akan abadi. Syair pengingat dosa dan kematian itu boleh dibilang begitu melegenda, seperti nama besar pengarangnya Abu Nuwas yang hingga kini tetap dikenang dan diperbincangkan. Abu Nuwas atau Abu Nawas adalah seorang penyair Islam termasyhur di era kejayaan Islam.
JAKARTA, KOMPAS.com — PT PAL Indonesia (Persero) menargetkan tingkat penjualan sebesar Rp 2,5 triliun, meningkat lima kali lipat dari penjualan tahun 2010 sebesar Rp 442 miliar. Hal tersebut diharapkan dapat tercapai dengan fokus pada peningkatan bisnis produk minyak dan gas sebesar 50 persen dan menjadi bagian dari sistem terintegrasi dalam memenuhi kebutuhan pokok matra laut alat utama sistem persenjataan (alutsista).
panjang 60 meter dan sisanya adalah kapal-kapal berukuran lebih kecil.